"Ketika tiba di sekitar Mars, sangat penting untuk melambat," katanya sebagaimana dilansir Reuters.
"Jika proses perlambatan tidak benar, atau jika presisi penerbangan tidak mencukupi, satelit tidak akan ditangkap oleh Mars," katanya, merujuk pada gravitasi di Mars yang membawa pesawat itu ke permukaan.
BACA JUGA: Catat Sejarah, UEA Berhasil Luncurkan Satelit ke Mars
Liu mengatakan satelit itu akan mengorbit Mars selama sekira dua setengah bulan dan mencari peluang untuk memasuki atmosfernya dan melakukan pendaratan lunak.
Ini adalah misi ke Mars kedua yang diluncurkan pada Juli 2020 setelah Uni Emirat Arab (UEA) telah meluncurkan satelitnya ke planet itu pekan lalu. Amerika Serikat (AS) juga berencana mengirim satelitnya yang membawa penjelajah Preseverance ke Mars dalam beberapa bulan ke depan.
(Rahman Asmardika)