Sementara itu, dokter Denis Sitorus, tim dokter RSU Maba yang menangani almarhum mengatakan, Muhdin saat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar. Setelah ditangani selama 45 menit, nyawa almarhum akhirnya tidak dapat tertolong dan dinyatakan terkena serangan jantung.
"Kondisi beliau pada saat itu, kita melakukan pemeriksaan beliau kondisi tidak sadar, sesudah itu dicek denyut nadinya negatif, pupilnya juga tidak aktif atau dibatasi atau respon terhadap cahaya juga tidak ada. Tetapi kami di IGD langsung melakukan refuitasi jantung atau pijat jantung terhadap dapat merespon kembali jantungnya yang berhenti," ujarnya.
"Usaha tim dokter untuk menyelamatkannya sang bupati sia-sia. Almarhum pun meninggal. Tapi, setelah kurang lebih 45 menit kita lakukan RJP tidak ada respon sama sekali, saya menyatakan saat beliau sudah meninggal kepada pihak keluarga pukul 16.25 WIT. Bisa di simpulkan beliau mengalami serangan jantung atau," tutupnya.
(Arief Setyadi )