"Sehingga beliau tetap independen dan tidak tersandera oleh kelompok aliran politik manapun, dan tetap merdeka dalam menyampaikan kritik dan pendapat kepada siapa pun yang dianggap bersalah atau kurang bijak dalam menjalankan tugas negara," sambungnya.
Wakil Ketua Umum MUI itu juga menilai, dari sisi keagamaan sosok Jakob selalu mengembangkan pemikiran keagamaan yang inklusif dan moderat. Sebuah praktik keagamaan yang menjaga harmoni kebhinekaan, kerukunan sosial, serta menghormati kearifan lokal dan memuliakan harkat kemanusiaan.
"Pesan-pesan moral yang disampaikan baik melalui lisan maupun tulisan, selalu aktual dan mencerahkan. Kami semua merasa kehilangan sosok teladan yang rendah hati, sederhana dan selalu menginspirasi. Selamat jalan Pak Jacob Oetama, semoga engkau istirahat dengan tenang dan selalu tersenyum di alam keabadian," tandasnya.
Baca Juga: Jakob Oetama Tokoh Sekian Zaman, Saksi Perubahan Besar Indonesia
(Arief Setyadi )