JAKARTA - Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri angkat bicara terkait kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32) yang dilakukan sepasang kekasih yakni Laeli Atika Supriyanti (LAS) dan Djumadil Al Fajri (DFA).
Reza mengatakan, aksi mutilasi yang dilakukan keduanya sangat sadis. Kasus ini menurutnya termasuk dalam tipe pembunuhan instrumental-gratifikasi (ekonomi).
"Niat awal para pelaku adalah merampas harta. Tapi karena korban melawan, terjadi benturan fatal. Perilaku pelaku kebablasan, sehingga perampokan/pemerasan berencana justru menjadi pembunuhan," kata Reza kepada Okezone, Sabtu (19/9/2020).
Menurut Dia, aksi mutilasi keduanya bukan didorong oleh emosi, melainkan dilatari motif instrumental atau tidak ada sangkut pautnya dengan suasana hati. Apalagi, untuk menghalangi kerja kepolisian tubuh korban dicacah-cacah dengan maksud agar barang bukti lebih mudah dihilangkan, pelarian diri dari TKP lebih cepat, dan korban tidak dapat diidentifikasi.
"Modus yang rapi, yaitu menjebak korban secara seksual, boleh jadi mengindikasikan bahwa secara berkelompok para pelaku pernah melakukan modus serupa sebelumnya," kata Reza.
Baca Juga: Polisi Sebut Korban Mutilasi di Apartemen Kalibata City Dipotong Jadi 11 Bagian