JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta Warga Negara Indonesia (WNI), untuk mewaspadai potensi gempa bumi susulan usai gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 di Kepulauan Dodecanese.
Guncangan gempa yang berada di Yunani tersebut juga berdampak ke Turki. Sehingga, BMKG meminta WNI di Turki mewaspadai potensi terjadinya gempa susulan tersebut.
"Kepada masyarakat Indonesia yang berdomisili di Turki dan sekitarnya, khususnya yang berada di dekat lokasi sumber gempa yaitu kota Izmir, Menderes, dan Menemen diimbau agar tetap waspada akan adanya potensi gempa-gempa susulan yang mungkin masih terjadi dalam beberapa minggu ke depan," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2020).
Baca juga:
Update Korban Gempa Turki, 6 Tewas dan 202 Luka-Luka
Korban Tewas Gempa M-7 di Turki dan Yunani Bertambah Jadi 26
Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Gempa Turki
Rahmat mengimbau, WNI di Turki untuk menjauhi bangunan-bangunan yang sudah miring atau retak-retak, karena dapat berpotensi roboh akibat diguncang gempa susulan walaupun dengan kekuatan yang relatif kecil.
"Selanjutnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan tetap mengikuti arahan dari otoritas setempat," tuturnya.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG dan beberapa lembaga monitoring gempabumi dunia bahwa hingga hari ini, Sabtu 31 Oktober 2020 pukul 19.30 WIB, telah tercatat 36 kali gempa susulan dimana dua diantaranya memiliki kekuatan magnitodo di atas M5.
"Berdasarkan ciri dan karakteristik gempa akibat sesar dengan magnitudo gempa utama yang cukup besar selalu diikuti dengan rentetan gempa-gempa susulan," tandasnya.
(Awaludin)