Kisah Aneh Yukio Mishima, Novelis Terkenal Jepang yang Bunuh Diri dengan Seppuku

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 08 Desember 2020 05:30 WIB
Yukio Mishima. (Foto: Getty Images)
Share :

BERDIRI di balkon seperti di atas panggung, sosok kecil itu menarik perhatian pasukan yang berkumpul di bawah. Sosok tersebut adalah Yukio Mishima, yang lahir dengan nama Kimitake Hiraoka.

Kala itu, ia adalah novelis yang paling terkenal di Jepang. Pada 25 November 1970, dia pergi ke pangkalan militer di Tokyo, menculik komandannya, dan memintanya mengumpulkan garnisun. Kemudian dia mencoba untuk memulai kudeta.

Mishima mencerca negara dan konstitusi yang didukung Amerika Serikat (AS), mencaci-maki para prajurit karena kepatuhan mereka. Dia menantang para prajurit untuk mengembalikan Kaisar pada posisi sebelum perang sebagai dewa dan pemimpin nasional.

Penonton pada awalnya diam dengan sopan, atau hanya tertegun dalam keheningan, tapi kemudian menghujaninya dengan ejekan.

Mishima mundur kembali ke dalam dan berkata: "Saya rasa mereka tidak mendengarkan."

Kemudian, dia berlutut dan bunuh diri dengan seppuku, ritual bunuh diri para Samurai.

Kematian Mishima mengejutkan publik Jepang. Dia adalah seorang selebriti sastra, macho, dan provokatif tetapi juga memiliki karakter yang agak konyol. Mungkin mirip dengan Norman Mailer di AS, atau Michel Houellebecq di Prancis saat ini.

Insiden itu terjadi pada pagi hari saat pembukaan sesi ke-64 Diet, parlemen Jepang. Kaisar hadir dalam acara tersebut.

Pidato perdana menteri tentang agenda pemerintah untuk tahun yang akan datang menjadi tak diperhatikan.

Sudah tidak ada lagi yang mati karena seppuku sejak hari-hari terakhir Perang Dunia Kedua.

"Ada yang mengira dia sudah gila, selain bahwa ini adalah upaya terakhir dari serangkaian tindakan eksibisionistik, ekspresi keinginan membuat kejutan, yang selama ini membuatnya terkenal," tulis filsuf Jepang Hide Ishiguro dalam esai tahun 1975 untuk The New York Review.

"Beberapa orang berhaluan kanan melihat kematiannya sebagai tindakan patriotik untuk memprotes kondisi Jepang saat ini."

"Yang lain percaya bahwa itu adalah lelucon menyedihkan dan mengerikan yang dibuat oleh seorang pria berbakat, yang telah menjadi seorang yang sangat buruk. Dia tidak tahan hidup sampai usia paruh baya dan menjadi biasa-biasa saja," kata Hide Ishiguro.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya