Kisah Aneh Yukio Mishima, Novelis Terkenal Jepang yang Bunuh Diri dengan Seppuku

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 08 Desember 2020 05:30 WIB
Yukio Mishima. (Foto: Getty Images)
Share :

Dimulai pada 1912, tak lama setelah Perang Rusia-Jepang, dan berakhir pada 1975, tetralogi itu mencatat periode perubahan yang luar biasa: dari kebangkitan Kekaisaran Jepang, melalui kehancuran di Perang Dunia Kedua, dan munculnya Jepang yang kapitalis dan konsumeris.

Semuanya disatukan oleh satu karakter, Honda, mungkin pengganti Mishima, dan reinkarnasi berulang dari teman masa kecilnya, jiwa abadi yang dikelilingi oleh perubahan dan penurunan.

Dibandingkan dengan karya-karya awal Mishima, Lautan Kesuburan mengandung filosofi yang sangat padat. Dan, setelah yang kedua, tulisannya terasa terburu-buru, menjadi semakin tipis.

Mishima menulis sebagian besar jilid terakhir, Membusuknya Sang Malaikat, selama liburan keluarga di tepi pantai pada Agustus 1970.

Dalam sepucuk surat tertanggal 18 November 1970, Mishima menulis kepada mentornya, Fumio Kiyomizu. "Bagiku, menyelesaikan (buku) ini tidak lebih dari akhir dunia."

Baris terakhir Membusuknya Sang Malaikat sangat tenang.

"Taman ini cerah dan tenang, tanpa fitur yang mencolok. Seperti rosario yang digosokkan di antara kedua tangan, suara jangkrik terdengar.

Tidak ada suara lain. Taman itu kosong. Honda berpikir, dia telah datang ke tempat yang tidak memiliki kenangan, tidak ada apa-apa.

Matahari siang musim panas mengalir di atas taman yang tenang."

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya