Nasionalisme kebangsaan, kata Fadil, dibentuk tidak dengan menyembunyikan aneka perbedaan. Tapi dengan menghormati keberagaman demi terus melanggengkan maslahat bagi seluruh warga negara.
Fadil melanjutkan, bahwa kemanusiaan adalah jantung persatuan bangsa dan ruh persaudaraan adalah inti kemanusiaan.
“Setiap manusia dengan manusia lainnya setara sehingga tidak boleh terjadi penindasan antara manusia yang satu terhadap manusia atau kelompok masyarakat yang lainnya,” tegasnya.
“Inti kemerdekaan bukan semata-mata kedaulatan negara, tetapi memberi hak aman untuk semua warga. Itu barangkali tadi mengapa kami perlu menegakkan rasa aman diatas keberagaman,” tutup Fadil.
(Awaludin)