Dalam keputusannya, pengadilan Tianjin mengungkapkan jumlah suap yang diterima Lai “sangat besar”, sekitar 93 juta dolar dalam satu kasus. Secara total, dikatakan Lai menerima 260 juta dolar dalam kurun satu dekade sebagai imbalan menyalahgunakan posisinya untuk membuat investasi, menawarkan kontrak konstruksi, membantu promosi dan menyediakan bantuan lainnya.
Ia juga dinyatakan bersalah karena menggelapkan aset negara senilai 4 juta dolar dan menikah lagi saat masih terikat perkawinan dengan istri pertamanya.
Walau Lai memberikan informasi berguna tentang pelanggaran yang dilakukan bawahannya, kejahatan seriusnya dalam menerima suap dan “tingkat kerugian yang ditimbulkan terhadap masyarakat” tidak cukup untuk meringankan hukumannya, kata pengadilan dalam keputusannya.
(Awaludin)