Kendati demikian, Rasman mengatakan, kecelakaan tidak berdampak pada operasi SAR. Kapal Basarnas KM Wisnu masih melakukan pencarian di tengah laut. "Tidak ganggu Operasi SAR. Sekarang kapalnya masih beroperasi," ucapnya.
Sebelumnya, Rasman menyebut kecelakaan tersebut disebabkan karena faktor cuaca. "Iya pak memang tadi subuh atau dini hari. Benturan, benturan aja pak," kata Rasman.
Rasman menambahkan, penyebab utama benturan itu yakni faktor cuaca. Ia menjelaskan, Kapal Basarnas KM Wisnu sedang lego jangkar di Perairan Kepulauan Seribu. Tiba-tiba, arus laut begitu kencang hingga tidak terkontrol.
"Ya karena cuaca kurang bagus, ya arusnya kencang juga. Hingga pada saat lempar jangkar dia tidak terkontrol terlalu berdekatan. Akhirnya ada benturan," tutup Rasman.
(Fahmi Firdaus )