Kemudian di perairan utara dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, perairan selatan Fakfak-Kaimana, perairan Amamapre-Agats bagian barat dan perairan barat Pulau Yos Sudarso.
BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Utara-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Natuna Utara, Laut Banda, Perairan Babar-Tanimbar, Perairan Kai-Aru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Baca Juga : Waspada! Daerah Ini Berpotensi Dilanda Hujan Ekstrem 3 Hari ke Depan
"Diharapkan transportasi laut memperhatikan risiko tinggi terhadap pelayanan dan masyarakat di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak gelombang tinggi," tutur Eko.
(Erha Aprili Ramadhoni)