KOTA BATU - Belasan rumah di Kota Batu yang dihuni 15 kepala keluarga (KK) terancam ambruk imbas adanya pergerakan tanah. Pergerakan tanah telah terjadi sejak beberapa pekan lalu dan mulai membesar dari hari ke hari. Belasan rumah itu berada di RT 4 RW 10 Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu, Jawa Timur.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan, alarm peringatan adanya longsor memang terus menyala sejak Senin (1/2) malam, lantaran pergerakan tanah yang terus terjadi.
Alarm early warning system (EWS) tanah longsor ini bahkan berbunyi 17 kali sepanjang hari Senin hingga pukul 20.00 WIB.
Baca juga: Belasan Rumah di Sukabumi Retak Akibat Pergerakan Tanah
"Terakhir bunyi jam 20.00 WIB malam kemarin, kalau pagi hingga siang ini, belum berbunyi lagi. Dugaan awal hasil kaji cepat kemungkinkan terjadi gerakan tanah pada lokasi," ungkap Rochim saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (2/2/2021) siang.
Disebut Rochim, pihaknya masih terus mengawasi pergerakan tanah yang berdampak pada 15 rumah dan empat fasilitas umum (fasum) itu. Bila nantinya hujan dan alarm kembali berbunyi, maka warga diminta untuk melakukan evakuasi agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Akses ke Kawah Ijen Putus Tertutup Longsor dan Banjir Bandang
"Ini kita masih proses penyiapan tempat evakuasi, jadi untuk sementara evakuasi dilakukan, kalau terjadi hujan atau saat alarm bunyi, warga kita minta mengungsi meninggalkan rumah ke tempat evakuasi," terangnya.
"Kalau hujan reda atau alarmnya berhenti berbunyi, petugas kami akan mengecek kira-kira di lokasi apakah aman warga kembali atau nggak, sistemnya seperti itu, yang kita lakukan kalau aman warga kita perkenankan kembali ke rumah," imbuhnya.