Gara-Gara Kue Cabul, Caleg Yahudi Terpaksa Mundur dari Pencalonan Partai Muslim

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 04 Februari 2021 18:08 WIB
Foto: de-ouwe-taart.nl.
Share :

AMSTERDAM – Upaya partai Muslim Belanda untuk memperbaiki citranya dengan menjadikan seorang pembuat roti Yahudi sebagai calon legislatifnya berakhir dengan kegagalan. Pasalnya, pembuat roti itu menolak berhenti menjual roti-rotinya yang berbentuk cabul dan terpaksa mundur.

Jolisa Brouwer, seorang pembuat roti dari Kota Waalre di Belanda selatan, diperkirakan akan menempati posisi ketiga pada tiket Partai Persatuan untuk pemilihan nasional Belanda pada Maret.

Partai Persatuan pernah mendapat tuduhan radikalisme dan anti-Semitisme di masa lalu dan berusaha memperbaiki citranya.

BACA JUGA: Pernah Sebut Islam "Kebohongan", Mantan Politikus Belanda Kini Jadi Seorang Muslim

Pemimpinnya, Arnoud Van Doorn, mantan politikus sayap kanan Belanda yang masuk Islam, mengatakan bahwa dengan membawa seorang Yahudi, dia ingin menunjukkan bahwa partainya inklusif dan melawan klaim dari para kritikus, yang menuduhnya sebagai jihadis dan anti-Semit.

Van Doorn telah mengkritik Israel pada banyak kesempatan di masa lalu, dengan terkenal dengan cuitan "Semoga Allah memusnahkan Zionis", pada 2018. Dia merujuk pada salah satu hari paling mematikan dari protes Great March of Return di sepanjang perbatasan Gaza, di mana tentara Israel membunuh lebih dari 60 warga Palestina pada 14 Mei.

Namun, bersatunya partai Muslim itu dengan pembuat roti Yahudi itu ternyata tidak berlangsung lama karena Brouwer harus menarik pencalonannya di Partai Persatuan bulan ini.

Van Doorn dan sekutunya dapat mentolerir afiliasi religius Brouwer, tetapi mereka tidak dapat menerima kue yang dibuatnya. Mereka terkejut saat tahun bahwa Brouwer, ibu dari tiga anak, telah menyediakan kue, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk acara dewasa.

BACA JUGA: PM Belanda Mundur Usai Salah Urus Dana Subsidi Anak, Berikut Fakta-Faktanya

Dia memiliki bagian '18 + 'di situsnya, menampilkan foto kue-kue cabul dengan dekorasi yang secara jelas menggambarkan alat kelamin pria dan wanita.

"Seandainya kami mengetahui hal ini sebelumnya, kami tidak akan pernah menempatkannya di tiket," kata Van Doorn kepada surat kabar AD sebagaimana dilansir RT. “Kue ini tidak sesuai dengan kebijakan konservatif yang kami perjuangkan.”

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya