Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga, mengatakan, hujan harus dilihat sebagai berkah atau membawa keberuntungan bagai semua masyarakat. Menurutnya, cara pandang itu sudah tumbuh pada masyarakat Jepang sehingga saat musim hujan tiba mereka membuat festival hujan untuk menyambut dan merayakan datangnya hujan.
"Air hujan harus dianggap sebagai anugerah sumber kehidupan sehinga air yang berlimpah dikelola dengan baik dalam bentuk merawat dan membenahi sungai dengan baik (bukan tempat buang sampah dan tempat permukiman)," kata Nirwono saat dihubungi, Senin (8/2/2021)
Selain itu, lanjut Nirwono, daerah lahan basah berupa situ danau, embung, waduk dan rawa rawa dipelihara, dijaga dan dikonservasi, bukan diuruk diganti untuk peruntukan. Kemudian, menjaga rawa dan hutan mangrove pesisir, bukan membabat dan menguruk untuk pemukiman atau membangun tanggul raksasa, serta membangun sistem saluran air kota yang memadai seperti bedimensi besar, kapasitas besar, terhubung baik, tidak ada sampah atau lumpur atau dijejali jaringan utilitas yang timpang tindih.
"Jika hal-hal itu yg dilakukan ke depan setiap kali hujan akan memberi keberuntungan," tegasnya.
(Arief Setyadi )