bOJONEGORO - Curah hujan tinggi selama sepekan terakhir membuat debit air Singai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus meningkat, sehingga berada pada level Siaga Hijau atau Siaga I banjir.
Kondisi ini berdampak pada ratusan hektare areal tanaman padi yang berada di sekitar bantaran sungai. Tanaman padi yang sudah berumur rata-rata lebih dua bulan atau memasuki masa panen, kini rusak bahkan sebagian besar di antaranya dipastikan gagal panen.
Baca Juga: Diguyur Hujan Semalaman, Berikut Lokasi Banjir di Jakarta
Kondisi ini seperti yang terpantau di wilayah Desa Tulungagung, Kadungrejo, Lebaksari, Tanggungan, Gunungsari dan Kalisari, Kecamatan Boerno, Bojonegoro.
Petani setempat mengaku banjir mulai merendam padi sejak dua hari terakhir, banjir merendam tanaman padi hingga nyaris tak terlihat, petani rugi hingga puluhan juta rupiah.