Pihaknya juga melakukan pembatasan kujungan bagi warga Tionghoa yang hendak beribadah serta harus mentaati penerapan protokol kesehatan.
"Jadi kalau jamaah yang ingin beribadah boleh, tetapi harus mentaati protokol kesehatan Covid-19. Kemudian jumlah jamaahnya kita batasi," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Izinkan Atraksi Barongsai saat Imlek, Asal Digelar secara Virtual
Ia mengemukakan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, pihaknya selalu mempersiapkan upacara-upacara keagamaan dengan meriah, bahkan pada hari perayaan Imlek selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan.
"Ya kalau dibilang prihatin sih prihatin juga, yang biasanya kita melaksanakan perayaan imlek sekarang tidak. Karena kan sekarang ruang gerak kita juga di batasi," kata dia.
(Awaludin)