Jelang Perayaan Imlek, Pesanan Lampion di Malang Turun Drastis Terdampak Pandemi Covid-19

Deni Irwansyah, Jurnalis
Kamis 11 Februari 2021 07:55 WIB
Salah satu perajin lampion di Malang, mengeluhkan turunnya pesanan.(Foto:iNews TV)
Share :

MALANG - Pembatasan perayaan tahun baru Imlek berdampak pada menurunnya pesanan lampion hingga 75 persen di kampung perajin lampion Kota Malang, Jawa Timur.

Tidak seperti tahun tahun sebelumnya, suasana kampung lampion Juanda nampak sepi. Para perajin yang biasanya sibuk dan bergelut dengan banyak lampion disekitarnya, terlihat lebih longgar dalam bekerja.

Tahun ini bisa dikatakan menjadi tahun yang berat bagi para perajin lampion di Jalan Juanda. Sejak awal pandemi penjualan lampion merosot drastis. Momen tahun baru imlek yang biasanya menjadi momen panen bagi perajin, kini sepi pesanan.

Baca Juga: 5 Makanan Wajib Perayaan Imlek, Dipercaya Bikin Panjang Umur hingga Pembawa Hoki

Hal ini karena pembatasan perayaan Imlek di masa pandemi Covid-19. Selain itu, pengiriman lampion secara rutin tahunan yang biasanya merambah luar negeri seperti italia kini terhenti.

"Jika tahun lalu tiap perajin bisa mengerjakan hingga enam ribu lampion, kini pesanan merosot 75 persen menjadi 1500 lampion. Padahal pada kondisi normal, pembuatan lampion imlek biasanya sudah dikerjakan 3 bulan sebelumnya," ujar Ahmad Syamsuddin perajin lampion, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Tahun Baru Imlek Bawa Kebahagiaan dan Keberuntungan

Sementara itu salah satu pembeli, Umar mengaku tetap membeli lampion untuk menghiasi ornamen di sekitar tempat tinggalnya meski jumlahnya kini dikurangi dibanding perayaan imlek tahun sebelumnya. Kualitas lampion para perajin di kampung ini, disebut awet dan warnanya tidak mudah pudar.

"Di kampung lampion Juanda ini, rata rata lampion dijual mulai harga Rp30.000 perbuahnya, lampion yang dibuat perajin pun beragam jenisnya, mulai tipe kapsul hingga bola," ujar Umar.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya