"Jika tahun lalu tiap perajin bisa mengerjakan hingga enam ribu lampion, kini pesanan merosot 75 persen menjadi 1500 lampion. Padahal pada kondisi normal, pembuatan lampion imlek biasanya sudah dikerjakan 3 bulan sebelumnya," ujar Ahmad Syamsuddin perajin lampion, Kamis (11/2/2021).
Baca Juga: Tahun Baru Imlek Bawa Kebahagiaan dan Keberuntungan
Sementara itu salah satu pembeli, Umar mengaku tetap membeli lampion untuk menghiasi ornamen di sekitar tempat tinggalnya meski jumlahnya kini dikurangi dibanding perayaan imlek tahun sebelumnya. Kualitas lampion para perajin di kampung ini, disebut awet dan warnanya tidak mudah pudar.
"Di kampung lampion Juanda ini, rata rata lampion dijual mulai harga Rp30.000 perbuahnya, lampion yang dibuat perajin pun beragam jenisnya, mulai tipe kapsul hingga bola," ujar Umar.
(Sazili Mustofa)