"Saya sangat malu pada diri saya sendiri dan sangat menyesal," kata pria bermarga Qiu (38) itu dalam tayangan "prime time" di stasiun televisi resmi China.
Dalam tayangan itu, dia duduk di balik jeruji besi sel tahanan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna biru.
Kepolisian Nanjing, Provinsi Jiangsu, menangkap Qiu pada 20 Februari atas unggahannya bernada fitnah terhadap empat personel PLA yang gugur setelah terlibat bentrokan dengan tentara India di Lembah Galwan.
"Empat prajurit yang gugur itu berupaya menyelamatkan sang perwira. Jika mereka yang menyelamatkan diri saja mati, maka lebih banyak lagi yang tidak bisa diselamatkan," demikian Qiu dalam unggahannya di Weibo, sejenis Twitter ala China.
(Baca juga: Percepat Penyuntikan, Klinik Vaksin Covid-19 Keliling Diluncurkan)