Dualisme Kepengurusan, Partai Demokrat Rentan Ditinggal Pemilih

Rakhmatulloh, Jurnalis
Jum'at 12 Maret 2021 08:28 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Dualisme kepengurusan Partai Demokrat (PD) menjadi sinyal buruk bagi partai berlambang mercy dalam menyiapkan kontestasi Pemilu 2024.

Saat ini PD tengah berada dalam situasi sulit karena dualisme kepengurusan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu Moeldoko.

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS), Arman Salam menyatakan, setidaknya ada tiga kerugian yang dialami partai demokrat. Pertama tentu tidak dapat ikut serta dalam proses Pemilu dari dalam berbagai tingkatan.

"Kedua timbul perpecahan diinternal Partai Demokrat antara kubu AHY dan kubu Moeldoko yang tentunya mempengaruhi kerja dan fungsi organisasi dan yang, ketiga turunnya dukungan masyarakat atau partisan karena sengkarutnya kepengurusan, tidak ada kepastian arah politik partai sangat rentan ditinggalkan partisan atau pemilih," ujarnya saat dihubungi, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Tunda Polisikan Andi Mallarangeng, Razman: Kita Akan Laporkan Hal Lebih Substansial

"Belum lagi intervensi penguasa yang cenderung kepada selera berdasarkan kepentingan politik dapat menggadaikan tujuan dan cita-cita murni partai," tutur Arman menambahkan.

Baca juga: Jhoni Allen Cs Akan Laporkan AHY ke Polisi, Ini Respons Partai Demokrat

Dia mengatakan, logika politik yang berbasis pada kepentingan, maka bisa dipastikan dualisme Demokrat semakin berlarut dan memberikan keuntungan politik kepada pelaku politik lainnya atau partai partai lain, termasuk penguasa.

Menurutnya, posisi Demokrat yang tidak kanan maupun tidak kiri atau bukan pendukung maupun oposan murni semakin membuat partai Demokrat terjepit. Ia melihat, Demokrat seakan tidak ada kawan, bahkan cenderung menjadi santapan lezat bagi konstestasi Pemilu dalam upaya merebut konstituennya.

"Harus ada langkah cepat pada partai demokrat, lakulan loby dan kompromi pada dua kubu tersebut sehingga masalah bisa selesai agar bisa mengikuti kontestasi politik. Kepiawaian tokoh PD sedang diuji saat ini," kata Arman menandaskan.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya