Kapal Karam di Perairan Indonesia Tinggalkan Harta Karun Senilai Rp34,6 Triliun

Doddy Handoko , Jurnalis
Selasa 16 Maret 2021 10:01 WIB
Foto: Illustrasi Shutterstock
Share :

Pada Desember 1511 barang jarahan telah dimuat dalam kapal, Albuquerque pulang dengan Flor de la Mar. Dalam pelayaran, kapal Flor de la Mar lolos dihantam terjangan ombak. Tapi kapal lantas menabrak karang di lepas pantai Sumatera.

Tome Pires, seorang apoteker Portugis dalam jurnalnya, yang ditulis saat tinggal di Malaka pada 1512-1515, menceritakan bahwa saat armada kapal berlayar sepanjang timur laut Pase (Samudera Pasai), mereka terjebak dalam badai dahsyat dan Flor de la Mar, kapal tua itu karam.

Korban jiwa dalam jumlah besar berjatuhan dan pun dengan semua harta yang dibawa dari Malaka. Albuquerqe sendiri berhasil selamat dengan susah payah. Flor de la Mar berarti bunga lautan. Kapal Flor de la Mar ini memang menjadi salah satu armada yang terbesar dan terbaik di lautan pada masanya.

Kapal yang selesai dibuat di Lisboa, pada 1502 ini, memiliki bobot 400 ton. Pada pelayaran perdana, kapal ini menjelajah dari Lisboa ke India. Bertindak sebagai nakhoda adalah Estevao da Gama, sepupu dari legenda penjelajah Portugis, Vasco da Gama.

Ukurannya yang besar memungkinkan Flor de la Mar memuat banyak rempah-rempah. Tapi ukuran yang besar membuat Flor de la Mar tak bisa bermanuver ketika melewati selat Mozambik yang arusnya cepat.

Dalam pelayaran pulang, salah satu awak, Thome Lopez, melapor ada kebocoran. Kapal terpaksa singgah di Mozambik, Afrika, selama dua bulan. Akhir 1503, kapal ini akhirnya tiba di Portugis lagi.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya