Kisah Laskar Mataram Bangun Masjid di Betawi

Doddy Handoko , Jurnalis
Minggu 21 Maret 2021 06:01 WIB
Ilustrasi masjid (Foto: unsplash)
Share :

Pada tahun 1947/1948 masjid ini pernah ditembaki dan digerebek tentara NICA (Belanda). Selain itu, pimpinan masjid, KH Mohamad Mansyur, dengan berani mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih di puncak menaranya.

Ulama pejuang ini kemudian digiring ke hoofbureu atau markas polisi kolonial. Untuk menghormati ulama pejuang ini, maka masjid itu dinamakan 'Masjid Jami Al-Mansyur.'

Masjid lainnya yang dibangun oleh para bangsawan Kesultanan Mataram adalah Masjid Al-Makmur, yang letaknya sekitar 100 meter dari Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat yang sampai kini tetap hiruk-pikuk.

Masjid yang cukup megah dan dapat menampung sekitar 3.000 jamaah ini, merupakan masjid tertua di kawasan Tanah Abang, yang penduduknya dikenal taat beribadah. Awalnya, masjid tersebut hanyalah sebuah surau yang sangat sederhana, luasnya hanya 12X8 meter. Baru diperluas menjadi masjid pada 1760.

Yang membuat tempat beribadah ini sangat bersejarah bagi ibu kota, karena dibangun oleh kedua putra Raden Karto Busyo, yang dikenal dengan nama KH Muhammad Asyuro, seorang bangsawan Mataram. Kedua putranya adalah KH Abdul Sumod Asyuro dan KH Murad Asyuro.

Menurut berbagai keterangan, kedua kakak beradik yang juga merupakan juru dakwah yang andal ini, membangun surau itu pada tahun 1527 atau 929 Hijriah, tatkala berkembangnya agama Islam di Jakarta. "Saat itu, bersamaan pula dengan bergabungnya tentara Islam dari Kerajaan Demak dipimpin oleh Fatahillah yang menyerbu Sunda Kelapa dan mengusir tentara Portugis," paparnya.

Dalam perkembangannya, Masjid Al-Makmur pernah dipimpin oleh seorang guru agama terkemuka, KH Abdul Halim Zaini, dengan pengurusnya KH Abdul Sumod Asyuro.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya