Pada 1910, pengurus masjid menerima tanah yang diwakafkan oleh Sayid Abubakar bin Muhammad Alhabsji dan Syeikh Abubakar bin Salim Sungkar untuk perluasan. Setelah perluasan, masjid ini menjadi 44X22 meter.
Masjid yang menjadi kebanggaan warga Tanah Abang ini pernah dikelola oleh almarhum Ustaz Zainal Abidin Alhabsji, seorang pengajar perguruan Islam 'Jamiatul Kheir', yang letaknya tidak berjauahan dari Masjid Al-Makmur.
Konon, kata Tanah Abang berasal dari tentara Mataram saat menyerbu ke Batavia. Mereka tidak hanya menyerang ibu kota dari laut di utara, tapi juga dari selatan.
"Tanah Abang, yang kala itu merupakan tanah bukit dan rawa-rawa dan dikelilingi kali Krukut, oleh bala tentara Islam Mataram dijadikan sebagai salah satu basis. Karena tanahnya bewarna merah (abang dalam bahasa Jawa), mereka pun menamakan Tanah Abang (tanah merah)," ujarnya.
(Arief Setyadi )