Pertama, mempercepat pendidikan masyarakat. Saat ini, sekitar 88% pendidikan masyarakat masih SMA ke bawah.
"Bagaimana masyarakat kita yang di kalangan bawah, yang merupakan mayoritas, bisa berkembang? Tidak ada cara lain, pendidikan. Pendidikan tapi harus sudah masuk ke teknologi. Kalau fisik, nggak mungkin terkejar," katanya.
Kedua, lanjut Hary, memberikan privilege. Harus ada kebijakan-kebijakan khusus yang memberikan masyarakat kecil kesempatan untuk berkembang.
Dia menambahkan, bila masyarakat produktif, mereka bisa mandiri bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sebagai entrepreneur. "Makin banyak yang akhirnya ikut membangun ekonomi nasional kita," ungkap Hary.
Itu artinya, Indonesia bisa cepat menjadi negara maju seperti yang diidam-idamkan bersama.
"Itu asumsi. Kalau asumsi tercapai, baru Indonesia yang dikatakan 2045 menjadi 4 atau 5 besar dunia," kata Hary.
Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra menjelaskan kepengurusan yang awalnya gemuk kini dirampingkan menjadi 35 orang.
"Saya harap 35 orang ini betul-betul petarung, yang siap mengawal partai, yang siap dilibatkan dalam proses verifikasi menuju Pemilu 2024," tuturnya.