Di sisi lain, problem pendidikan di Indonesia juga masih terkendala dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah. Ia mencatat, dalam setahun, angka pertumbuhan meningkat sampai 3 juta jiwa, dan angka pertumbuhan itu diprediksi meningkat hingga 9 tahun ke depan. Hary Tanoe menyarankan agar pendidikan formal dan vokasi nantinya diperkuat dengan sistem digitalisasi.
Karena itu, menurut Hary Tanoe, ini tugas partai untuk mewarnai kebijakan publik agar masyarakat bisa berkembang lebih sejahtera. "Jadi kalau ini dlakukan maka indonesia akan cepat naik kelas. Bagaimanan caranya itu, tidak ada cara lain selain melalui partai politik," ujarnya.
"Karena apa, kata kunci cuma satu mampu membuat kebijakan atau mampu mempengaruhi pembuat kebijakan, siapa yang buat kebijakan, siapa kalo bukan parlemen dan eksekutif. Dan itu melalui proses politik, dari dulu kenapa saya garis bawahi ini, itulah kenapa ada partai perindo," kata Hary Tanoe.
"Nah hal-hal seperti ini adalah roh daripada partai, itulah kenapa tagline kita untuk indonesia sejahtera. Kalo masyarakat kita udah sejahtera saya rasa perbedaan itu sudah tidak ada artinya lagi," tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)