MALANG - Bantuan yang kurang merata menjadi keluhan yang dirasakan sejumlah masyarakat korban Gempa Malang di hari ketiga. Di Majang Tengah, Kecamatan Dampit dan Ampelgading, Kabupaten Malang misalnya, beberapa warga terdampak mengeluhkan belum menerima bantuan.
Menanggapi keluhan tersebut Bupati Malang Sanusi menuturkan, proses distribusi bantuan memang masih dilakukan perlahan-lahan oleh BPBD Kabupaten Malang.
"BPBD yang mengatur, karena memang bantuan masih banyak di dropping disini (di pos pusat Pendopo Kabupaten Malang). Tapi hari ini kita pastikan BPBD sudah menjangkau kepada semuanya. Jadi saya mohon bila ditemukan desa mana yang belum tersalurkan bantuan harap lapor," ucap Sanusi ditemui pada Pendopo Kepanjen Kabupaten Malang, pada Selasa (13/4/2021).
Sementara itu Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik Kabupaten Malang Sadono Irawan menerangkan, belum meratanya distribusi bantuan karena area lokasi terdampak bencana Kabupaten Malang cukup luas. Dari 33 kecamatan, dengan 378 desa, dan 12 kelurahan, yang ada di Kabupaten Malang.
Sedangkan ada 25 kecamatan terdampak gempa dan mengalami sejumlah kerusakan. Namun pihaknya memastikan bakal mendistribusikan bantuan secara bertahap ke masyarakat korban gempa.
"Bantuan akan disebarluaskan secara bertahap. Luas daerah terpapar tidak hanya di Majang Tengah. Sebanyak 25 kecamatan terdampak, harus kita jamah semuanya dan ini tentunya bukannya hal yang mudah," tuturnya.
Diakui Sadono, dalam kondisi yang masih panik dan pemulihan pasca bencana wajar terjadi akan keluhan-keluhan dari masyarakat. "Dalam kondisi yang masih periode panik seperti ini pasti akan terjadi keluhan - keluhan," tandasnya.
Baca Juga: 17 Faskes Rusak Akibat Gempa, Ini Langkah Dinkes Malang
Sebelumnya diberitakan gempa berkekuatan magnitudo 6,1 SR terjadi pada Sabtu siang 10 April 2021 pukul 14.00 WIB. Gempa berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang, dengan kedalaman 25 kilometer. Gempa dangkal yang membuat kerusakan yang timbul begitu banyak.
Akibat gempa ini setidaknya ada 25 kecamatan di Kabupaten Malang, yang terdampak gempa. Total bangunan rumah yang rusak terdampak hingga Selasa pagi sejumlah 3.748 unit rumah, dengan rincian 1.600 unit rumah rusak ringan, 1.130 unit rusak ringan, dan 1.018 unit rumah rusak berat. Sementara itu ada tiga warga Kabupaten Malang yang dinyatakan meninggal dunia akibat gempa tersebut.
(Angkasa Yudhistira)