Curhat Pengguna KRL Commuter Line: Berdesakan di Tengah Pandemi Covid-19

Hasan Kurniawan, Jurnalis
Minggu 02 Mei 2021 13:53 WIB
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
Share :

TANGERANG - Masih terjadinya antrean panjang dan kerumunan di KRL Commuter Line Jabodetabek, kembali mendapat sorotan. Karena, kondisi tersebut sangat rawan menjadi cluster baru Covid-19.

Seperti diungkapkan salah seorang netizen di Twitter vn.aditya @MrLahap. Dalam Tweetnya, ia mengungkapkan keluh kesah para pengguna commuter line yang kerap terjadi kerumunan. Tetapi, seolah tidak berdaya menghadapi keluhan tersebut.

"Dear CL, sebagai orang awam, aku ingin berterima kasih untuk segala usahamu memajukan sarana transportasi di area Jabodetabek ini. Dan terima kasih untuk terus sabar menghadapi dilema kami," katanya, dikutip dari Twitter, Minggu (2/5/2021).

Dalam sejumlah postingan yang diunggah, tampak sejumlah keluhan pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek disampaikan langsung melalui Twitter @CommuterLine, seperti antrean panjang penumpang di Stasiun Bogor yang terjadi pagi hari.

Kemudian, kerumunan di dalam KRL Commuter Line yang tanpa jarak, penumpang menumpuk dan mepet-mepetan. Begitupun dengan antrean panjang yang terjadi di Stasiun Jayakarta seperti di Bogor. Termasuk pintu KRL yang tidak bisa buka otomatis.

Semua keluhan itu, diunggah kembali. Namun, tetap tidak ada solusi. Sehingga tinggal menjadi keluhan saja. Menurut netizen ini, semua pihak bertanggung jawab terhadap terjadinya penumpukan tersebut.

"Aku kagum dengan teknologi sosial media yang membuat masyarakat sekarang aktif untuk berinteraksi dengan CL pada setiap masalah atau pun saran. Dan ku akui pula admin CL sangat responsif dalam menjawab," sambung akun itu lagi.

Baca Juga : Viral! Suami Istri Cekcok di Jalan Berujung Penusukan

"Kereta sebelum pandemi? Pastinya penuh sangat! (apalagi jam sibuk ye). Setelah pandemi dan situasi new normal saat ini? Ya makin penuh juga malih, apalagi ada prokes. Kebayangkan aturan pemerintah sendiri harus diterapkan di transportasi andalan masyarakat?," tambah pemilik akun @MrLahap itu.

Menurutnya, upaya maksimal telah dilakukan pihak KRL Commuter Line. Terutama dalam pembatasan jumlah penumpang dengan dipangkasnya kuota tiap gerbang. Tetapi kebijakan ini juga berdampak.

"Ibarat kereta penuh sehari-hari harus dipangkas kuota tiap gerbangnya. Ya nambah antrian lah, dan wajar kalau antriannya panjang. Kecuali lu punya Doraemon, ya enak. Tinggal dengak kepala, terus meluncur pakai baling-baling bambu," ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya