Nasi burih juga sempat menjadi menu andalan di Istana Negara pada zaman Bung Karno. Nasi Burih adalah nasi pepes dengan ati ampela, rempah-rempah dan telur ayam muda yang telah di rebus.
“Kopi kami juga berkualitas. Mimpi saya, kopi saya bisa bersaing dengan resto sekelas Kopitiam. Alhamdulillah, meski baru 3 tahun, kedai ini sudah banyak dikunjungi semua kalangan, dari mulai anak sekolah, pekerja kantoran, sampai artis ibu kota.” Kedai ini terletak di kawasan ramai Cilandak, Jakarta Selatan.
Menjadi kedai kopi berkelas adalah idealismenya sejak awal. Pasalnya, ia adalah seorang pecinta kuliner yang telah berkeliling dunia dan mencicipi berbagai rasa kuliner dunia.
“Dimana-mana orang heboh kopi dari luar, dan belum ada yang mengunggulkan produk lokal dengan mana lokal pula. Karena itu, saya ingin memasyarakatkan nama ‘Kedai Kopi’ yang lebih Indonesia. Semakin banyak kedai kopi yang buka, saya semakin senang. Saya tidak menganggapnya sebagai pesaing. Semakin banyak kedai, maka produk lokal kita semakin maju dan berkembang,” tukasnya.
(Awaludin)