"Bangunan tempat saya tinggal di bagian barat kota itu berguncang seperti gempa bumi," katanya.
"Kondisi kacau dan anak-anak dan perempuan di gedung yang menampung lebih dari 200 orang itu berteriak histeris."
Sekitar 120 roket diluncurkan oleh Hamas di Gaza terhadap Israel selatan dan tengah semalam, kata militer Israel. Namun tidak ada laporan cedera serius.
Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (15/5/2021) malam, Netanyahu mengatakan serangan akan terus berlanjut "selama diperlukan" dan menegaskan bahwa segala kemungkinan telah dilakukan untuk membatasi korban sipil.
"Pihak yang menanggung kesalahan atas konfrontasi ini bukanlah kami, melainkan mereka yang menyerang kami," kata Netanyahu.
Pada Sabtu, militer Israel meledakkan blok menara di Kota Gaza yang digunakan oleh media internasional setelah mengeluarkan peringatan untuk mengevakuasi orang-orang yang ada di gedung itu.
Gedung Putih mengatakan Presiden Biden prihatin atas kematian di kedua sisi dan menyerukan agar wartawan dilindungi, setelah gedung yang menjadi kantor bagi sejumlah media asing hancur.
Biden juga berbicara, untuk pertama kalinya sejak menjabat, dengan Presiden Abbas. Ia mengatakan kepadanya bahwa dia berkomitmen untuk "memperkuat kemitraan AS-Palestina".
Dia juga mengatakan tembakan roket Hamas ke Israel harus dihentikan. Tetapi Amerika Serikat (AS) tidak akan berbicara dengan Hamas, karena menganggap mereka sebagai organisasi teroris.
Biden mengatakan kepada kedua pemimpin bahwa dia tetap berkomitmen untuk menemukan solusi dua negara untuk konflik tersebut.
(Rahman Asmardika)