Ibrahim al-Masry tengah bermain dengan saudara-saudaranya di halaman depan rumah mereka di kawasan utara Gaza pekan lalu, ketika terjadi serangan, ungkap sejumlah laporan.
Ibrahim dan saudaranya Marwan, serta sejumlah kerabat lainnya, langsung terbunuh.
"Setiap hari di bulan Ramadan mereka bermain di jalanan sebelum buka puasa," kata ayah mereka, Youssef al-Masri, kepada The Independent.
"Kami tidak melihat serangan itu, kami hanya mendengar dua ledakan besar ... Semua orang berlarian di jalan, anak-anak berdarah, ibu-ibu menangis, darah berceceran di mana-mana,” terangnya.
Saudara laki-laki mereka, yang juga dipanggil Ibrahim, mengatakan bahwa mereka sedang mengisi karung jerami untuk dijual di pasar lokal.
"Kami tertawa dan bergembira, ketika tiba-tiba mereka mulai mengebom kami, semua di sekitar kami terbakar," katanya kepada kantor berita AFP.
"Saya melihat sepupu saya dibakar, dan tercabik-cabik,” tambahnya.
Hamza Nassar meninggalkan rumahnya di Gaza pada Rabu malam lalu untuk membeli sayuran sehingga ibunya dapat menyiapkan makanan berbuka puasa, ungkap sebuah laporan. Dia tidak pernah kembali ke rumahnya.
Sang ayah mengatakan kepada Al Jazeera jika Hamzah adalah bocah yang baik dan murid luar biasa.