Tala Abu al-Ouf, 13 tahun
Serangan yang sama menghantam rumah al-Kawaleks merenggut nyawa tetangga mereka yang berusia 13 tahun, Tala Abu al-Ouf, dan saudara laki-lakinya yang berusia 17 tahun, Tawfik.
Ayah mereka, Dr Ayman Abu al-Ouf, juga tewas dalam serangan itu. Dia adalah salah-satu pimpinan i rumah sakit al-Shifa Kota Gaza, tempat dia bertanggung jawab menangani virus korona.
Beberapa hari sebelum serangan itu, Dr Abu al-Ouf bekerja lebih lama dan lebih lama berada di rumah sakit, ungkapa kerabat keluarganya kepada BBC.
Seorang guru di tempat Tala bersekolah, yang tidak ingin disebutkan namanya, menggambarkannya sebagai "siswa luar biasa" di kelas tujuh.
Tala "tertarik dengan kelas agama dan dia suka membaca dan menghafal Alquran," kata guru itu kepada BBC, seraya menambahkan bahwa dia selalu siap mengikuti ujian.
Dia juga mengambil bagian dalam program NRC guna membantu anak-anak dalam mengatasi trauma.
"Mereka sudah sangat menderita," kata Hozayfa Yazji, manajer lapangan wilayah dewan pengungsi itu, kepada BBC.
"Kegilaan ini harus dihentikan ... kekerasan harus dihentikan, guna memberi anak-anak ini masa depan,” lanjutnya.
(Susi Susanti)