JAKARTA - Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengungkap terjadi sebanyak 32 kali gempa susulan (aftershock) pasca gempa kembar dengan magnitude (M)4,9 dan 5,2 di Pandeglang, Banten.
“Gempa kembar (doublet erthquke) Selat Sunda tadi pagi M4,9 dan M5,2 dan diikuti rentetan 32 gempa susulan,” ungkap Daryono dalam keterangannya, Senin (24/5/2021).
Daryono menduga gempa kembar yang terjadi tepatnya di Barat Laut Sumur Banten atau di Selat Sunda ini berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif dasar laut dengan mekanisma geser kanan (dextral).
“Dugaan saya, tampaknya berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif dasar laut dengan mekanisme geser kanan (dextral),” ungkapnya.
Baca Juga: Pandeglang Banten Diguncang 38 Kali Gempa dalam Sehari
Daryono juga mengungkapkan tepat di lokasi gempa kembar ini pernah terjadi gempa besar dan dekstruktif berkekuatan M7,1 pada 1 April 1943 lalu. Dia pun meminta agar masyarakat tetap waspada.
“Tepat di lokasi pusat gempa kembar/doublet 4,9 dan 5,2 di selat sunda dan diikuti rentetan lebih dari 32 aftershocks, ternyata pd 1 April 1943 pernah terjadi gempa besar dan destruktif dengan magnitudo 7,1 dengan kedalaman dangkal 35 km. Untuk itu sepatutnya kita waspada,” papar Daryono.
(Sazili Mustofa)