Dia menerangkan, bos sindikat tembakau sintetis asal Bogor, Jawa Barat itu tidak hanya memanfaatkan medsos untuk memgendalikan peredaran barang baram itu, dia juga mengedarkan tembakau sintetis itu melalui medsos. Bahkan, bos kartel itu memakai medsos juga untuk mengajarkan kaki tangannya dalam meracik tembakau sintetis.
"Dia sebarkan melalui media sosial yang ada, dia pemilik akun yang mengendalikan market, pengendali, dan di akun itu juga dia ajarkan mereka membuat atau meracik barang ini. Maka itu, kami berkomunikasi dengan Kemenkominfo untuk take down akun-akun media sosial yang sangat berbahaya ini," ucap Yusri.
(Qur'anul Hidayat)