Mengetahui warganya keracunan segera dievakuasi ke kantor desa dan memanggil petugas puskesmas Ciampel untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang keracunan. Sementaran warga yang pingsan dilarikan ke rumah sakit. Jumlah korban gas beracun terus bertambah hingga mencapai dua RT yaitu RT 01 dan 02 Kampung Gempol.
"Kami meminta bantuan ambulans untuk menjemput warga yang keracunan di dalam rumahnya," katanya.
Berdasarkan pemantauan, warga sempat panik dan berlarian keluar rumah.Belasan mobil ambulan mendatangi rumah-rumah warga yang keracunan. Beberapa warga harus menggunakan alat bantu pernapasan karena kondisinya semakin payah.
"Untungnya petugas kesehatan dari puskesmas datang membantu," katanya.
Menurut Dayat, kejadian keracunan sudah beberapa kali terjadi yang disebabkan bocornya cerobong asap milik PT Pindodeli. Namun, kebocoran kali ini paling parah karena korbannya mencapai ratusan.
(Arief Setyadi )