Megawati Dapat Gelar Kehormatan Unhan, PDIP: Tak Harus Jadi Pengajar untuk Jadi Profesor

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Minggu 13 Juni 2021 20:41 WIB
Share :

Lalu, sambung Kent, Megawati sudah menghasilkan sebanyak 10 buku monograph yang semuanya berangkat dari pemikiran Ibu Megawati sendiri tentang Praktek Kepemimpinan Strategis Ketika menangani krisis multi dimensi pada saat menjabat sebagai Presiden RI pada tahun 2001 – 2004.

"Jadi sangat wajar jika Ibu Megawati mendapatkan gelar Profesor Kehormatan Tidak Tetap ini, karena di nilai bahwa Kiprah Beliau bisa menjadi motivasi bagi para generasi muda penerus bangsa untuk mempunyai semangat, selalu mau berprestasi untuk bisa menyumbangkan kemampuan terbaiknya bagi kesejahteraan dan kedaulatan Bangsa, jadi apa yang salah dengan hal ini?," ketus Kent.

"Pesan saya kepada para tokoh yang selalu nyinyir dan berani mengomentari tentang gelar Ibu Megawati ini, pertanyaan saya hanya satu, Apakah Anda sudah pernah melewati segala macam cobaan dan ujian serta pengalaman yang sudah Bu Mega alami? Kalau belum, saran saya Anda STOP!!, berhenti berkomentar yang tidak-tidak dan yang tidak berdasar, jangan suka menframing dan menggiring opini. mengkritisi boleh, memberi masukan boleh, Negara kita Negara Demokrasi, semua boleh saja berbicara, sah-sah saja dan di atur oleh Undang – Undang," tuturnya.

Namun, kata Kent, dirinya tidak akan segan-segan akan melaporkan ke pihak yang berwajib jika ada yang berani menghina orang nomor satu di PDI Perjuangan itu, terkait dengan gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan.

"Tetapi ingat semua itu ada batasannya, jangan sampai menghina. Saya ingatkan Negara kita ini Negara hukum dan penghinaan itu ada pasalnya, serta ada ancaman pidananya, siapa yang berani menghina Ibu Megawati Soekarnoputri tentang penganugrahan gelar profesornya ini, akan saya bawa ke ranah hukum dan akan di proses sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Kent.

Sebelumnya, Analis Kebijakan Publik, Said Didu mengomentari pemberian gelar profesor untuk Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri. Pasalnya, hal ini terus menjadi perbincangan publik.

Said Didu menyebut gelar profesor merupakan gelar untuk guru besar, yang artinya ia telah mengajar sebelumnya.

“Professor adalah gelar GURU besar bagi dosen artinya pengajar. Kalau gelar professor tapi ga pernah ngajar itu gelar apa ya?" tulisnya Said Didu.

Lalu, Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri merupakan peristiwa politik.

Pasalnya, di balik pengukuhan gelar itu, publik akan berspekulasi bahwa ada tukar tambah yang bernilai politis.

“Sesuatu yang sebenarnya normal, akhirnya membebani dunia ilmiah Indonesia,” ujarnya dalam video di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (12/6). Rocky menegaskan bahwa usai pengukuhan gelar tersebut, Megawati diharuskan untuk mengajar.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya