Tidak sedikit daerah di pulau Jawa yang saat ini menjadi episentrum, seperti di Kudus, Bandung, dan Jakarta. Kendati tidak semua daerah dalam satu provinsi yang menunjukkan gejala, data Satgas Covid-19 menunjukkan secara agregat bahwa DKI Jakarta yang mengalami kenaikan hingga mencapai 400 persen, Depok 305 persen, Bekasi 500 persen, Jawa Tengah 898 persen, serta Jawa Barat 104 persen.
Baca Juga: Waspada! Varian Delta Covid-19 Muncul di Bekasi
Menurut dia, kenaikan angka kasus positif Covid-19 saat ini bukan dampak dari mudik lebaran, melainkan karena kegagalan cegah tangkal yang berakibat masuknya varian India dan Afrika ke Indonesia. Masdalina berpendapat, lonjakan kasus positif Covid-19 itu disebut kebobolan karena banyaknya orang masuk ke Indonesia dari luar negeri dengan ketentuan karantina hanya lima hari.
"Padahal, seharusnya 14 hari berdasarkan ketentuan masa optimum inkubasi dan ini menjadi standar organisasi kesehatan dunia (WHO)," tuturnya.
Selain itu, meningkatnya kasus Covid-19 karena terjadi penularan lokal, alias sebagian besar orang yang terpapar bukan pelaku perjalanan luar negeri, melainkan terdampak varian baru. "Ini menandakan sudah ada penularan lokal, jadi new emerging disease di Indonesia," ucapnya.