“Dari pertemuan yang singkat namun sangat bermakna tersebut, beberapa hal yang Bapak ajarkan dan masih terngiang sampai sekarang, diantaranya 1. Pentingnya manajemen data yang baik demi pengambilan kebijakan yang tepat. 2. Perlunya asupan edukasi saintifik secara berkala bagi seluruh lapisan masyarakat. 3. Optimisme bangsa bahwa Indonesia mampu dan berdaya menangani pandemi ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wiku yang saat ini terpapar Covid-19 setelah melakukan kunjungan di beberapa daerah pun menyampaikan permintaan maaf.
“Surat ini juga akan menjadi surat permintaan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia dan juga Bapak Presiden karena saya belum bisa melindungi diri sepenuhnya untuk tidak terpapar virus Covid-19. Kondisi tubuh yang lemah saat itu akhirnya merobohkan benteng pertahanan saya,” ungkapnya.
“Mohon maaf bapak, saat ini saya terus berusaha mencoba melawan virus ini. Semoga apa yang saya alami ini menjadi pembelajaran bagi banyak orang. Iman, aman, imun harus dijalankan secara paralel, mutlak. Semoga Bapak dan semua rakyat bapak sehat walafiat selalu,” papar Wiku.
(Khafid Mardiyansyah)