Dalam beberapa pertemuan di Iran dan Rusia, para pemimpin Taliban yang telah mengumbar kemenangan mereka, mengklaim bahwa wilayah yang telah mereka rebut lebih luas dari kenyataannya, bahkan ketika mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud mengupayakan kemenangan militer.
Melalui perjanjian yang ditandatangani Taliban dengan Amerika pada Februari 2020, dilaporkan bahwa pasukan pemberontak itu tidak akan merebut ibu kota propinsi secara militer. Namun beberapa ibu kota propinsi, seperti Kandahar di selatan Afghanistan, terbukti telah dikepung.
Amerika, Rusia, China dan bahkan negara-negara tetangga Afghanistan – seperti Pakistan – yang menjadi markas dewan kepemimpinan Taliban, semuanya telah memperingatkan agar Taliban tidak berusaha meraih kemenangan secara militer.
Taliban telah diberitahu bahwa mereka tidak akan mendapat pengakuan dan akan memperoleh citra buruk di dunia internasional jika menggunakan kekuatan militer untuk mencapai kekuasaan.
Namun Taliban mengatakan pada Associated Press bahwa pemerintah Afghanistan lah yang telah menghalangi dilakukannya perundingan yang melibatkan para pemimpin di kedua sisi yang berkonflik.
(Susi Susanti)