"Kamu daftar polisi dapat info dari mana?" tanya Artanto.
"Informasi dapat dari baliho, spanduk yang ada di Polresta Mataram, Polresta Lombok Timur Pak," jawab Wahyu.
Wahyu mengaku melatih diri sendiri sebelum mengikut tes. Pada saat tes jasmani dirinya lari sendiri, dan saat tes akademik belajar melalui internet, serta bertanya ke kakak, dan teman-teman terdekat.
"Orangtua kamu apa pekerjaannya?" tanya Artanto.
"Bapak saya menjadi tukang ojek, ibu menjadi pedagang nasi," jawab Wahyu.
Wahyu merupakan anak dari pasangan M Nazir dan Masnun. Saat mengetahui anaknya lulus sebagai anggota Polri, kata Wahyu, orangtuanya terharu dan saking senangnya hampir pingsan.
"Bagaimana perasaan orangtuamu?" tanya Artanto.
"Perasaan orangtua saya terharu, sedih dan hampir pingsan, saking senangnya," kata Wahyu.
Wahyu pun memperagakan apa yang disampaikan kepada orangtuanya, dengan menganggap Artanto sebagai orangtua.
"Terima kasih pak telah mendidik saya sampai sebesar ini, dan mengajarkan saya norma agama, pendidikan sampai saat ini,"
"Untuk ibu, saya berterima kasih karena melahirkan saya dan mendidik saya menjadi pribadi yang dapat membanggakan semua orang,"
Wahyu pun mengajak teman-temannya untuk mendaftar menjadi polisi. Dia juga menginformasikan bahwa mendaftar polisi gratis. Bila diterima, tentunya dapat mengangkat derajat keluarga.
(Arief Setyadi )