"Kementerian Luar negeri menyesalkan terjadinya peristiwa tanggal 7 Agustus tersebut. Insiden tersebut adalah insiden yang berdiri sendiri dan sama sekali tidak terkait dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjalankan kewajiban sebagai tuan rumah sesuai dengan Konvensi Wina mengenai hubungan diplomatik," ujar Faizasyah.
Faizasyah menekankan pemerintah Indonesdia terus berkomunikasi dengan pemerintah Nigeria melalui jalur diplomatik.
Dia menambahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) telah melakukan investigasi internal atas kejadian itu.
(Rahman Asmardika)