Sayembara Belanda, Kepala Cucu Untung Surapati Dibandrol 500 Dollar Spanyol

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 14 Agustus 2021 06:30 WIB
Untung Suropati (foto: Istimewa)
Share :

Bersama Pangeran Singasari, ayahnya Raden Mas bergeser ke wilayah selatan. Mereka berada di Samperak, utara Lodalem dan bergabung dengan pemberontak lain. Mereka berencana kembali ke Malang. Sementara Malayakusuma dan Tirtanagara berada di Sambi Geger, barat daya Samperak.

Belanda mengerahkan seluruh kekuatan dan sekutunya untuk mengepung dari segala sisi. Dari Srengat pasukan koalisi Belanda menuju Blitar, berlanjut ke Selagurit untuk langsung menyerang lawan yang dalam posisi terjepit. Dari Kediri, Bupati Kediri juga menyiapkan pasukan, ikut memperkuat Belanda.

Belum lagi tambahan pasukan dari Raja Mataram. Pertempuran antara Belanda dengan koalisi keturunan Surapati dan Pangeran Singasari beserta Raden Mas anaknya, berlangsung hampir satu tahun. Pada 16 Juli 1768, Pangeran Singasari atau Parabujaka menyerah di tenggara Lodalem, Kabupaten Malang.

Malayakusuma bersama keluarganya yang sebagian besar wanita dan anak anak terkepung di Sabak, dekat Lodalem. Malayakusuma menyerah dan digelandang menuju Malang.

Di saat beristirahat di pinggir pantai. Malayakusuma tiba tiba merebut sebatang tombak dan menusuk Kopral Smid Van Stam hingga tewas. Melihat itu, seorang pelayan prajurit Belanda sontak mencabut sebilah keris. Malayakusuma langsung ditikamnya. Cucu Surapati tersebut tewas seketika, dengan marah si pelayan melempar jasad Malayakusuma ke laut. (din)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya