Mendengar pemaparan tersebut, Hadi lantas bertanya kepada Dony ihwal penerapan treatment yang dilakukan kepada para Nakes setelah jumlah pasien mengalami penurunan. "Bagaimana dengan kegiatan merawat 1.500 pasien yang saat ini masih berada di RSDC Wisma Atlet. Manajemennya bagaimana?" tanya Panglima TNI.
Lebih jauh dipaparkan Dony, pihaknya membagi waktu kerja para Nakes dengan beberapa shift. Kemudian, saat beberapa waktu ke belakang ketika pasien Covid-19 mengalami penambahan signifikan, pengelola langsung mengajukan surat perpanjangan masa kerja bagi Nakes yang hendak purna tugas.
Baca Juga: Satgas: Angka Testing Covid-19 di Indonesia Sudah 3 Kali Lipat Standar WHO
Dijelaskan Dony, jumlah Nakes yang kini bertugas di rumah sakit dadakan ini berjumlah 2.500 orang. Menurut dia, ketika kasus Covid-19 tengah naik, satu tim bisa diisi dengan 15 Nakes.
"Untuk nakes kita tetap melaksanakan sesuai SOP. Akan tetap berjalan seperti biasa terbagi ke dalam lima shift. Sehingga dengan adanya penurunan, tim ini jumlahnya kita kurangi dan kebetulan ada yang purna sehingga kita tidam mengajukan pengganti untuk yang purna," tuturnya.