JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Semarak Muharram 1443 H Vaksinasi dan Santunan Anak Yatim di Jakarta Islamic Centre (JIC) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK).
Ia menyatakan kegiatan percepatan vaksinasi Covid-19 di Jakarta akan semakin mudah, karena ibu-ibu turut andil dalam kegiatan ini.
“Bila ibu-ibu sudah ikut bergerak dalam percepatan Vaksinasi Covid-19 di ibu kota, maka semua urusan akan menjadi lancar,” kata @aniesbaswedan dalam unggahan Instagram (29/8/2021).
“Insya Allah, ke depan Jakarta akan lebih terkendali, karena kita tahu, ibu adalah tiang keluarga, ketika ibu bergerak semua bisa bergerak serta bekerja, ketika ibu turun tangan, semuanya lancar,” sambungnya.
Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Bersyukur Anies Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid At-Tabayyun
Anies mengapresiasi kinerja MUI DKI Jakarta melalui bidang PRK. “MUI DKI Jakarta selalu melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk umat dan masyarakat. Jika jajaran pimpinan MUI DKI Jakarta atau panutannya telah divaksin, Insya Allah, umat akan mengikutinya,” ujarnya.
Anies mengatakan bahwa giat vaksinasi ini harua terus ditingkatkan.
“Ini perlu diikhtiarkan, karena menurut catatan terakhir, sampai kemarin target vaksinasi Jakarta sudah melampui 106% atau 9,5 juta orang. Dari jumlah itu warga ber-KTP Jakarta yang sudah divaksin sekitar 5,9 juta, ini masih harus kita tingkatkan,”
Anies mengatakan vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak penularan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika abai terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. Dibutuhkan kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.
“Perlu diingat bahwa vaksin bukan sekadar untuk mencegah penularan, akan tetapi untuk mencegah perburukan jika terpapar COVID-19. Kita berharap semakin banyak keluarga yang dapat memahami pentingnya vaksinasi, sehingga Jakarta kembali aman, solid, dan bangkit kembali ke hidup yang normal lagi,” tandasnya.
(Sazili Mustofa)