Pedagang lain di pasar Panjwai yang berdebu, yang tokonya dihiasi dengan bendera besar Taliban dan gambar pemimpin puncak kelompok itu, menawarkan senjata-senjata yang lebih berbahaya.
Senapan serbu AK-47 buatan Rusia, serta senapan serbu M4 dan M16 buatan AS ditemukan di sana bersama sejumlah senapan mesin ringan lainnya.
Para pemantau PBB dan Barat mengatakan, Taliban selama bertahun-tahun membeli senjata dan amunisi dari pasar gelap. Mereka juga merebut senjata dan peralatan dari medan perang dan pos-pos militer yang ditinggalkan.
Keruntuhan militer Afghanistan baru-baru ini menciptakan ladang senjata bagi para militan.
Di samping sejumlah besar senjata buatan Amerika, penguasa baru Afghanistan sekarang memiliki banyak peralatan dan kendaraan, termasuk humvee, pengangkut personel lapis baja, dan setidaknya satu helikopter Black Hawk yang berfungsi.
Para militan juga memanfaatkan harta rampasan mereka. Taliban menguangkan berbagai macam barang dari pangkalan militer Afghanistan dan Barat yang ditinggalkan.
Kelompok itu merebut distrik Panjwai pada Juli saat penarikan pasukan pimpinan AS dari Afghanistan semakin dipercepat.
Di pasar lokal distrik itu, segala sesuatu mulai dari bahan konstruksi hingga nampan logam yang diselamatkan dari pangkalan militer Afghanistan di distrik itu dijual.
“Kami membeli semua barang ini dari Taliban setelah mereka menaklukkan pangkalan militer Afghanistan,” kata Murtaza, seorang pedagang yang hanya menyebutkan satu nama. “Sekarang kami membawa mereka ke pasar untuk dijual.”
(Rahman Asmardika)