Selain Rohan, banyak murid lainnya kesusahan karena bisnis orang tua mereka gulung tikar dan ada pula yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.
"Para pelajar kami memberitahu kami bahwa keluarga mereka tidak mampu membeli makanan. Tidak mungkin mereka sanggup membeli ponsel pintar,” ujarnya.
Bharti meminta guru-guru untuk membuat daftar pelajar yang perlu bantuan. Dia juga menggunakan media sosial serta meminta bantuan kepada teman dan sanak saudaranya untuk membeli tipe ponsel yang sama untuk dibagikan kepada murid-muridnya.
Dalam dua bulan, semua murid yang memerlukan ponsel pintar telah memerolehnya berkat bantuan keluarga dan teman Bharti.
"Seorang sepupu yang bermukim di AS mendonasikan 50 ponsel pintar karena dia teringat putranya yang meninggal akibat pneumonia," jelasnya.
Adik dan keponakan Bharti turut membantu dengan menyumbang 100 ponsel. Paman Bharti ikut memberi dua unit ponsel dan sebuah LSM yang didirikan seorang keluarga Bharti mendonasikan 60 unit ponsel. Teman-teman Bharti pun berpartisipasi.