"Sejumlah murid tidak punya uang membeli kartu SIM dan paket data. Jadi saya dan guru-guru lain menyediakan itu semua,” tuturnya.
Ponsel yang diberikan ternyata tidak hanya bermanfaat bagi murid-murid Bharti, tapi juga adik-adik mereka yang juga belajar online.
"Begitu perangkat itu berada di tangan anak dan mereka menggunakannya secara positif, perkembangannya sangat bagus. Banyak yang bilang ke saya bahwa mereka sudah belajar begitu banyak di luar kelas,” urainya.
Hasil kelulusan yang mencapai 100% membuktikan kaum skeptis salah saat mereka khawatir anak-anak dan remaja kemungkinan menyalahgunakan ponsel pintar.
Siswa peringkat pertama adalah salah satu murid yang menerima ponsel secara cuma-cuma.
Rohan Kumar lulus ujian dengan hasil 90% dan kini dia berharap mendaftar ke perguruan tinggi teknik untuk menjadi pengembang aplikasi.
"Saya belajar banyak hal dari internet. Saya sekarang tahu soal bursa saham, pemasaran pemengaruh sosial, pemasaran digital, dan banyak hal lainnya," jelasnya.