Hizbullah Desak Pemerintah Ganti Hakim yang Pimpin Penyelidikan Ledakan Pelabuhan

Agregasi VOA, Jurnalis
Rabu 13 Oktober 2021 05:15 WIB
Monumen dibangun sebagai pengingat ledakan di pelabuhan (Foto: AP via VOA)
Share :

Namun, hampir 15 menit dari keseluruhan pidatonya, Nasrallah habiskan untuk mengkritik hampir setiap keputusan Bitar dalam penyelidikan yang dilakukan. Ia menuduhnya bahwa sang hakim tengah menyasar pejabat yang merupakan sekutu Hizbullah dan mengabaikan terduga pelaku yang lain.

Pada 4 Agustus 2020, ratusan ton amonium nitrat, yang sangat mudah meledak dan biasa digunakan untuk campuran pupuk, meledak di pelabuhan di Beirut. Material tersebut telah disimpan secara tidak benar di pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun. Ledakan itu menewaskan sedikitnya 214 orang, dan melukai lebih dari 6.000 orang serta menghancurkan lingkungan sekitar.

(Baca juga: Gencatan Senjata Disepakati, Hizbullah: Selamat Atas Kemenangan Bersejarah Rakyat Palestina)

Media independen dan organisasi hak asasi manusia (HAM) mengungkapkan bahwa sebagian besar pemimpin politik dan keamanan senior Lebanon mengetahui tentang material yang tersimpan di pelabuhan itu, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mengambil tindakan pencegahan atau memperingatkan publik tentang bahaya yang dapat terjadi.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya