Dalam ingatannya, Dadang yang saat itu hendak berangkat kerja ke wilayah Bekasi selalu menggunakan TransJakarta sebagai moda transportasinya.
"Saya berangkat dari Pluit mau kerja ke Bekasi. Biasa turun itu UKI. Waktu kejadian saya duduk paling belakang jadi melihat detik-detik bus nabrak. Dalam hati saya kok udah deket gitu enggak direm juga," ucapnya.
Dadang menuturkan, saat hendak keluar bus melihat para penumpang bergeletakan bersimbah darah. Dadang berhasil keluar dari bus memanfaatkan lubang dari pecahan kaca.
"Saya waktu kejadian itu dalam keadaan sadar, enggak pingsan. Masih bisa berjalan keluar bus sendiri. Waktu saya keluar itu pintu dalam posisi tertutup. Tapi karena kacanya pecah jadi bisa lewat sela-sela," tuturnya.
(Awaludin)