Arzika mengatakan serikatnya telah memperingatkan para pejabat tentang bahaya kelas jerami dan kayu setelah kebakaran di Niamey.
“Lebih baik mengadakan kelas di bawah pohon daripada di gubuk jerami, yang telah menjadi kuburan yang mudah terbakar bagi siswa,” katanya.
Presiden Mohamed Bazoum baru-baru ini berjanji untuk mengganti bangunan-bangunan kayu itu.
Kebakaran sekolah terjadi beberapa hari setelah setidaknya 18 orang tewas di tambang emas yang runtuh di Distrik Dan-Issa di utara Niger.
(Rahman Asmardika)