PRANCIS - Prancis akan mulai membangun reaktor nuklir baru setelah terhenti selama beberapa dekade. Presiden Emmanuel Macron telah mengumumkan hal ini merujuk pada kebutuhan keamanan energi dan janji untuk mencapai netralitas emisi karbon pada pertengahan abad nanti.
“Untuk menjamin kemandirian energi Prancis, untuk menjamin pasokan listrik negara kami, dan untuk mencapai tujuan kami – terutama netralitas karbon pada tahun 2050 – kami, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade akan menghidupkan kembali pembangunan reaktor nuklir di negara kami, dan terus mengembangkan energi terbarukan,” terang Macron dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Selasa (9/11).
Presiden Prancis membuat pengumuman setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) COP26 minggu lalu di Glasgow, di mana para aktivis menyerukan perubahan radikal pada produksi energi untuk mencegah proyeksi kenaikan suhu global.
Baca juga: Izin 60 Tahun, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama Arab Siap Beroperasi
Sekitar 75% listrik Prancis berasal dari tenaga nuklir, dan di awal masa kepresidenannya Macron berjanji untuk menurunkannya menjadi 50% pada tahun 2035, untuk melestarikan lingkungan. Namun, meroketnya harga minyak dan gas alam, serta kinerja angin dan matahari yang beragam, tampaknya telah mengubah pikirannya.
Pernyataan Macron tentang reaktor adalah bagian dari pidato panjang yang membahas pandemi Covid-19, kebijakan sosial, dan kepresidenan Prancis Uni Eropa (UE) yang akan datang.
Baca juga: Ilmuwan BATAN Teliti Nanofluida, Pendingin Reaktor Nuklir
(Susi Susanti)